Gelaran Kontes Kecantikan, Ceruk Penonton yang Tidak Bisa Dimaksimalkan oleh RCTI
Lucu ya lihat apakah yang dipersoalkan oleh RCTI serta iNews TV waktu menuntut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 mengenai Penayangan (UU Penayangan) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Buat saya lucu sebab dengan sumber daya yang sangat tinggi yang dipunyai oleh group stasiun TV itu, seolah menunjukkan mereka kewalahan oleh beberapa content yang berada di sosial media, khususnya YouTube serta Instagram.
| Sejarah Perkembangan Permainan Slot |
Saat ini ini, orang tentu perlu akan selingan serta info yang membuat mereka dapat sesaat melepas istirahat. Saat apakah yang mereka melihat di rasa tidak sesuai hasrat mereka, karena itu dengan gampangnya orang akan tinggalkan apakah yang mereka saksikan.
Saya pernah lihat tayangan RCTI pada pukul penting. Apakah yang saya kerjakan menyengaja untuk lihat bagaimana sich kualitas siaran mereka waktu tuntutan ini dipersoalkan. Serta waktu itu, bertepatan ada satu sinetron -- tidak saya ucap namanya -- yang dengan polos mempromokan satu produk dalam adegannya.
Karena sangat kagetnya, saya sampai membesarkan volume TV analog saya sebab ingin ketahui berapa
menyambung di antara endorse produk itu dengan jalannya narasi. Serta dapat ditebak, kening saya juga naik yang mengisyaratkan saya tidak memahami serta tidak nikmati apakah yang saya saksikan.
Bila bisa jujur, saya cuma melihat siaran RCTI cuma pada 2 acara saja. Pertama, yaitu acara penyeleksian Miss Indonesia yang akan sebagai wakil negeri ini di tempat Miss World. Ke-2, konser maupun penyeleksian anggota JKT48 yang tetap saya nantikan sebab saya tidak dapat tiba ke teater.
Ke-2 tipe acara ini saya saksikan sebab saya tertarik serta ada rekanan hubungan batin di antara kegemaran dengan acara tv itu. Ini sama juga dengan rekanan saya yang cuma melihat RCTI untuk tayangan bola. Berarti, sebetulnya RCTI mempunyai sela untuk mengeruk pemirsa lewat previlige acara yang mereka beri lewat beberapa fans fanatik satu hal. Entahlah olahraga, kontes kecantikan, kontes menyanyi, dan lain-lain.
Sayangnya, terkadang beberapa fans fanatik ini seolah belum memperoleh kenikmatan yang didapat dari siaran yang diberi. Acara penyeleksian Miss Indonesia (MI) misalnya. Bila anda menanyakan pada pageant lover -- fans kontes kecantikan -- hampir semua semakin lebih tertarik untuk lihat penyeleksian Puteri Indonesia (PI) yang disiarkan oleh Emtek Group (Indosiar serta SCTV).
Walau sebenarnya, bila jika bisa coba netral, sebetulnya penyeleksian MI wajar untuk dilihat. Mereka mendatangkan Miss World dipilih sama seperti PI mendatangkan Miss Universe dipilih. Beberapa bintang tamu yang diundang juga tidak kalah bagus. Pada gelaran MI 2020 tempo hari, dengan cara esklusif mereka mengundang Andmesh yang berduet dengan Miss World 2019 asl Jamaika, Toni Anh Singh.
Kembali lagi, dengan keelokan acara itu, rasa-rasanya kesan-kesan dalam penyeleksian MI tidak seperti PI. Sampai saat ini juga, saya masih terngiang opening number peserta PI yang demikian fantastis. Begitupun dengan last walk Frederika Alexis Cull -- Puteri Indonesia 2019 -- sampai pengukuhan Roro Ayu Maulida Puteri untuk Puteri Indonesia 2020. Tari gemufamire yang ditarikan oleh beberapa peserta masih tetap terngiang di otak.
Sesaat, saya cuma mengingat nama juara MI 2020 yang dari Sulawesi Selatan serta duet Andmesh barusan. Bukan hanya itu, saya serta tidak paham siapapun nama peserta MI dari beberapa propinsi. Kebalikannya dengan nama peserta PI, serta nama 6 perwakilan DKI Jakarta juga saya ingat.
Apakah yang saya alami ini dapat jadi sinyal jika RCTI belum dapat mengepak acara yang didatangkannya dengan menarik. Walau sebenarnya, ceruk pemirsa dari kontes kecantikan ini sangatlah tinggi. Untuk negara dengan jumlah masyarakat banyak yang beberapa fans kontes kecantikannya sangat fanatik, sebenarnya RCTI dapat ambil ceruk ini.
